Cara Memilih, Membuat, dan Memelihara Pohon Bonsai

Bagaimanakah cara membuat tanaman bonsai? bagaimakah cara perawatan dan pemeliharaan bonsai? simak semuanya dalam artikel ini.







Cara membuat bonsai. Bonsai, adalah salah satu teknik memperindah tanaman hias yang disuka banyak orang selain harga bonsai sendiri yang terbilang mahal sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Tanaman yang bisa dibuat bonsai adalah semua jenis tanaman yang memiliki umur lebih lama  dan umumnya bonsai dibuat dari tumbuhan berkayu seperti kelapa, beringin, serut, dan pohon asem.

tanaman bonsai, bagaimana cara membuat tanaman bonsai?

Harga bonsai mememanglah mahal, tapi sebenarnya siapapun dapat membuat bonsai sendiri asalkan tekun dan ulet. Selain menjadi lebih murah, membuat bonsai sendiri memiliki kepuasan tersendiri karena dibutuhkan kesabaran tinggi.

Untuk kamu yang ingin tahu bagaimana cara membuat tanaman bonsai mulai dari pemilihan hingga pemeliharaan pohon bonsai, silahkan simak tulisan ini sampai akhir.

Kriteria Tanaman yang Dapat Dibonsai


gambar untuk artikel cara membuat pohon bonsai

Tanaman yang akan kita buat menjadi bonsai disebut dengan bakalan bonsai. Bakalan bonsai umumnya berupa tanaman yang diambil dari alam maupun hasil perbanyakan seperti stek, biji, okulasi, cangkok, maupun enten. Dari manapun asalnya, tanaman tersebut harus memenuhi kriteria khusus untuk bisa dijadikan sebuah tanaman bonsai.  Apabila kriteria ini terpenuhi maka tanaman tersebut bisa dijadikan sebuah bonsai yang sempurna.

Secara umum, Kriteria tanaman yang dapat dijadikan bonsai adalah sebagai berikut:

  1. Tanaman dikotil, atau tanaman berkeping dua yang umumnya berbentuk pohon yang keras dan berekambium, Ini adalah jenis tahaman yang paling ideal untuk dijadikan bonsai. Tanaman monokotil seperti jenis kelapa, bambu, semak dan perdu bisa juga dikerdilkan.

  2. Berumur panjang, karena bonsai adalah seni yang terus tumbuh sehingga memerlukan tahanan yang bisa hidup lama hingga puluhan atau bahkan ratusan tahun.

  3. Tahan hidup menderita, Sebaiknya tanaman yang tahan dengan hujan dan panas disamping tahan dengan kondisi pot atau wadah yang kecil dan terbatas. Sebagai sebuah bonsai, tanaman harus terbiasa hidup dengan jumlah nutrisi atau makanan yang terbatas dengan perkembangan akar dan batang seadanya.

  4. Memiliki bentuk yang indah secara alami. Pohon yang akan dijadikan bonsai haruslah memiliki daya tarik atau keindahan secara alami baik dari daunnya, batang, akar, bunga, ataupun buahnya. Keindahan tersebut diharapkan akan semakin menonjol setelah mendapat perlakukan ekstra sesuai dengan cata cara membuat bonsai yang benar.

  5. Tahan terhadap perlakuan. Untuk menghasilkan pohon bonsai yang sempurna, bakal bonsai perlu mendapat perlakuan dengan teknik-teknik tertentu. Misalnya diiris, dipangkas, dan dililit dengan kawat untuk mendapatkan bentuk sempurna yang diinginkan.


Pembuatan Bibit Tanaman Bonsai


Untuk membuat bibit tanaman bonsai atau bakal bonsai, kita bisa memilih jenis pohon yang mempunyai banyak cabang yang nantinya tinggal diberikan perlakuan khusus, seperti dipotong dan dikreasikan supaya dapat dibentuk menjadi sebuah tanaman bonsai. Teknik lainnya untuk mendapatkan bibit tanaman bonsai adalah menyemaikan secara khusus biji buah atau bisa juga mengambil dari semai di alam bebas, setekan atau cangkokan, okulasi, dan bongkah-bongkah tanaman yang masih memiliki tunas dan masih nampak bertahan untuk hidup.

1. Semai Bakal Bonsai.


Perolehan bibit tanaman bakal bonsai dengan cara penyemaian sendiri dirasa kurang efisien, karena akan memakan waktu cukup lama.

2. Setek, Cangkok dan Okulasi


Menyetek, mencangkok dan membuat okulasi merupakan seni tersendiri. Pembuatan bibit tanaman bonsai dengan cara menyetek dan mencangkok dapat menghasilkan tanaman baru dalam jangka waktu yang cukup singkat antara 1 sampai 2 bulan. Sedangkan membuat okulasi membutuhkan waktu lebih lama, biasanya 1 tahunan. Jenis stek yang umum dikenal yaitu : setek lunak atau setengah lunak, setek keras, dan setek daun.

Untuk mencangkok, pilih dahan berukuran minimal sebesar pensil atau ibu jari yang kulitnya mudah dikelupas  atau tidak lengket. Cara atau Teknik mencangkok adalah sebagai berikut:

  • Kupas kulit dahan selebar 3-5 cm,

  • Buang lendirnya dengan cara dikerok atau melap dengan kain yang kering,

  • Biarkan selama kurang lebih 3 sampai 4 hari,

  • Kemudian, tutup lukanya dengan campuran antara tanah dan remah dengan kompos yang tua dengan perbandingan 1:1 atau bisa juga dengan mos yang dibasahi,

  • Balut mos atau tanah dengan lembaran plastik lalu di bagian atas dan bawah,

  • Lubangi lembaran plastik menggunakan jarum supaya sirkulasi udara berlangsung dengan baik.


Pembuatan okulasi dapat dilakukan pada jenis pohon misalnya buah-buahan yang akan dijadikan bonsai. Bibit okulasi terdiri dari 2 bagian yaitu; Batang bawah atau onderstam dan Batang atas atau entrijs.

Berikut ini adalah Langkah-langkah membuat okulasi untuk dijadikan bonsai:

  • Bersihkan batang pokok dengan jarak 15 cm dari atas tanah.

  • Sayat kulit batang dengan jarak 10 cm dari atas tanah selebar 8 mm, dengan membikin keratan di bagian atas dan kanan kiri menurun ± 4 cm panjang,

  • Tarik kulit ke bawah sampai menyerupai lidah lalu potong separuhnya,

  • Sayat mata dari dahan entrijs, dengan kayunya sedikit dari bawah ke atas, panjang ± 4 cm di atas mata yang merata, sehingga pas betul menempel pada keratan pohon pokok,

  • Angkat kayu secara perlahan-lahan tanpa merusak matanya,

  • Kulit yang bermata dimasukkan antara kayu dan kulit lidah batang pokok, yang telah dibuka, dan tempelkan kembali, usahakan matanya tidak tertutup,

  • Balut dengan tali raffia yang erat.


Pemilihan Media Tanam Bonsai


Bonsai ditanam dalam sebuah pot yang tipis, oleh sebab itu media tanamnya sangatlah terbatas.  Hal ini menyebabkan tanaman bonsai hanya memiliki sedikit persediaan nutrusi dan sangat sensitif terhadap air hujan dan sinar matahari.

Media tanam yang baik untuk bonsai harus mengandung  nutrisi dan bahan minear yang cukup supaya tanaman dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Berikut ini adalah berbagai macam bahan yang umum digunakan sebagai campuran median tanam bonsai.

  • Pasir,
    Pasir memiliki sifat porous sehingga mudah meneruskan air, mencegah air menggenangi media untuk jangka waktu yang lama, dan memudahkan udara masuk ke dalam media tanam.

  • Tanah,
    tanah yang umum dipakai untuk media tanam bonsai yaitu tanah gunung yang hitam atau cokelat tua dan tanah merah.

  • Humus, humus berasal dari daun-daunan dan ranting pepoohonan yang sudah mengalami proses pelapukan alami untuk jangka waktu yang cukup lama. sehingga mengandung banyak zat hara dan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman.

  • Kompos,
    kompos dikenal mengandung banyak unsur hara dan biasanya di tambahkan pada tumbuhan supaya berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya. pupuk kompos bisa di buat dalam berbagai macam bentuk meliputi cair, tablet, curah, pelet, dan briket.

  • Pupuk kandang,
    pupuk kandang yang biasa di pakai adalah yang berasarl dari kotoran kambing. pupuk kandang yang boleh digunakan adalah yang sudah matang, ditandai dengan warnanya cokelat tua atau hitam dan tidak bau. Media tanamnya memerlukan tanah atau humus lebih banyak agar dapat mempertahankan air/kelembaban. Ada juga tanaman yang memerlukan nutrisi lebih banyak dari tanaman yang lain. Untuk itu, media tanamnya harus mengandung humus dan pupuk lebih banyak.


Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Bonsai


ilustrasi cara pemeliharaan tanaman bonsai

Penanaman bonsai dimulai dengan pemilihan tanaman yang memiliki batang utama cukup kuat lalu dipindahkan kedalam pot. Selanjutnya, bentuk alur tanaman sesuai yang diinginkan dengan menggunakan kawat. Jangan lupa untuk memeriksa ranting dan cabang yang tumbuh secara rutin untuk membuat bentuk bonsai sesuai yang diinginkan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah pemilihan tanah karena disitulah penentu pembentukan batang, ranting, dan dahan. Maka, pastikan untk memilih tanah yang memiliki sedikit kadar humus dan jaga kelembabannya namun jangan juga terlalu banyak air.

Beberapa hal penting lain yang harus diperhatikan dalam cara penanaman tanaman bonsai, yaitu:

  1. Pot dan isinya.
    Pot adalah sarana dalam seni bonsai yang tidak kalah penting dari pohon bonsai itu sendiri. Selain pot berbentuk baki, semua pot bonsai diperlengkapi dengan satu atau lebih lubang pembuangan air, yang ditutup dengan gas plastik atau yang lain. Resep umum medium untuk tanaman yang berdaun lebar seperti Beringin, sawo, getahperca, dan sebagainya adalah: 50 % tanah liat sedang, 20 % pasir dan 30 % kompos;

  2. Mengisi pot.
    Mengisi pot untuk tanaman bonsai adalah cara untuk duplikasi dari keadaan yang sebenarnya di alam bebas. Tebal Lapisan paling atas atau topsil tidak lebih dari 35 cm dan bersifat cerul, penuh dengan humus, dan subur. Lapisan kedua masih lunak sehingga masih bisa menyalurkan air ke bawah menjadi air tanah. Lapisan ketiga dapat berbentuk lapisan tanah yang banyak batu-batuan dengan ukuran beraneka ragam dan akhirnya lapisan paling bawah adalah lapisan induk batu yang kedap air;

  3. Pengamanan isi pot.
    Batu kerikil, pasir dan tanah bisa mengandung serangga tanah yang membahayakan tanaman bonsai, terutama cacing dan nematoda. Untuk itu diperlukannya untuk memfilter isi pot agar terbebas dari Cacing tanah, serangga, jenis-jenis penyakit, dan Biji-biji rerumputan dan sebaginya terdapat di dalam tanah, agar tanaman tidak terganggu pertumbuhannya.

  4. Pemeliharaan setelah tanam.
    Setelah penanaman bonsai selesai, siram bakal bonsai dan tanahnya dengan mempergunakan spayer yang halus. Gunakan air yang bersih,tidak berlumpur dan nentral atau tawar. Hentikan penyiraman apabila air sudah berkelebihan dan mengalir ke luar melalui lubang air. Kemudian tempatkan bakal bonsai di tempat yang teduh, tidak banyak angin dan bebas dari gangguan anak-anak atau hewan kesayangan. Untuk mempercepat tumbuhnya kembali (recovering) bakal bonsai dapat diusahakan dengan menutup seluruh tanaman dengan kantung plastik transparan.


Penentuan Gaya Tanaman Bonsai


Dalam menentukan gaya bonsai yang diinginkan mengacu pada ukuran bonsai. Ukuran bonsai diukur dari tepi atas pot sampai ke puncak mahkota.

ilustrasi beberapa gaya tanaman bonsai
Berdasarkan ukurannya, bonsai dikelompokkan menjadi lima kategori yaitu;

  1. kecil sekali ( mame bonsai ) tinggi s/d 15 cm,

  2. kecil ( small bonsai ) tinggi 15-30 cm,

  3. sedang ( medium bonsai) tinggi 30-60 cm,

  4. besar ( large bonsai) tinggi 60-100 cm,

  5. besar sekali ( extra large ) tinggi 100-150 cm.


Pada mulanya, Gaya tanaman bonsai hanya terpaku pada lima gaya saja yaitu;

  1. gaya tegak lurus (chokan),

  2. tegak berliku (tachiki),

  3. miring (shakan),

  4. setengah menggantung (hang kengai),

  5. menggantung (kengai).


Seiring dengan berkembangnya zaman, Kelima gaya tanaman bonsai diatas berkembang menjadi berbagai gaya lain seperti berikut;

  • Berumpun (kabudachi).
    Dari satu batang tanaman di permukaan tanah, pecah menjadi beberapa batang, bisa jadi 5,6,7 batang dan seterusnya yang masing-masing mempunyai satu mahkota lengkap.

  • Kubah (hoki tsukuri).
    Batang tumbuh ke atas kemudian pecah menjadi beberapa cabang yang ujung-ujung daunnya membentuk kubah dengan perakaran yang kokoh ada di sekeliling batang.

  • Akar terjalin (netsu neagari).
    Terdiri dari beberapa batang dan masing-masing batang tersambung oleh akar yang tampak di permukaan tanah.

  • Rakit (ikada).
    Batang aslinya yang rubuh akan menjadi bonggol perakaran yang memanjang dan menghubungkan batang baru, yang terbentuk dari cabang-cabang pohon lama.

  • Tampil akar (neagari).
    Perakaran ditampilkan menonjol keluar di atas permukaan media tanam dan keindahannya menjadi pusat perhatian.

  • gaya tumbuh di batu.
    Tumbuh di dalam sela-sela batu/shizuke, atau tumbuh di atas batu/sekijoju, dengan perakaran tampak menonjol, bahkan mencengkram batu.

  • Terpelintir (nejikan).
    Batang atau cabang terpelintir, gaya ini terbagi dua, yaitu satu cabang atau batang terpelintir. Selain itu ada yang dua batang atau dua akar yang saling memlintir satu sama lain.

  • Sastrawan (Bunjin).Batang tanaman tinggi , mempunyai liukan, mahkota dan juga ranting-rantingnya hanya berdaun sedikit.

  • Merunduk (shidare tsukuri). Pada gaya jenis ini mulai dari cabang dan ranting semuanya merunduk ke bawah.

  • Tertiup (fukinagashi). Pohon ini seakan tertiup angin terus-menerus sehingga semua perantingan mengarah ke satu sisi. Daun tidak rimbun, hanya tipis dan sedikit saja.

  • Keringan (sharimiki), cabang atau ranting yang sudah kering/mati total, yang dapat berasal dari pohon itu sendiri atau merupakan buatan manusia (ditempel).Berbatang banyak. Berbatang dua (sokan), berbatang tiga (sankan), berbatang lima (gokan), dan seterusnya. dan berkelompok (yose ue).Biasanya terdiri dari sekelompok pohon yang di tata dalam sebuah pot tipis sehingga memberi kesan pemandangan yang luas seperti hutan atau kebun


Tahap Pembentukan Bonsai


Membentu tanaman bonsai pada hakikatnya adalah membuat duplikasi dari bentuk-bentuk pohon-pohon di alam bebas yang tetap di bawah ukuran yang normal. Adapun tahap dalam pembentukan bonsai yaitu:

  1. Tahap pertama, membentuk kerangka dasar. Bakal bonsai yang sudah siap untuk diberi kerangka dasar adalah yang sudah benar-benar sehat kembali, setelah mengalami pemindahan. Batang pokoknya praktis sudah tidak tergoyahkan lagi dan sudah cukup mencapai ketinggian yang diperlukan pada akhirnya untuk dibentuk. Sebelum membentuk kerangka dasar, rencanakan terlebih dahulu masak-masak bentuk bonsai yang dikhayalkan, dan bagaimana kira-kira bentuk bonsai pada akhirnya nanti.

  2. Tahap kedua merubah arah dan bentuk. Merubah bentuk dan arah tumbuhnya batang pokok dan dahan-dahan merupakan suatu paksaan dan memakan waktu hingga bentuk dan arah yang dikehendaki tercapai.Untuk keperluan tersebut diperlukan sarana untuk memudahkan pelaksanaannya seperti kawat kuningan dari beberapa ukuran diameternya, tali raffia, tang untuk memotong kawat, gunting pemangkas, gunting biasa, pisau kecil yang tajam, tang yang runcing ujungnya dan cellotape.


Penyempurnaan Bentuk Bonsai


Tidak semua jenis tanaman dapat dibuat bonsai atau dikerdilkan. Jenis tanaman yang memenui syarat untuk dibuat bonsai adalah tanaman yang mempunyai daun berukuran kecil, misalnya Beringin, jeruk kingki (Triphasi aurantium), jenis-jenis coniper (cemara, pinus ), delima (punika granatum) dan sebagainya.

Penyempurnaan bonsai kini letaknya untuk menyusun ranting-ranting dengan daunnya yang cukup lebat, namun seimbang dengan bentuk dan ukuran bonsai keseluruhannya. Pengendalian pertumbuhan pada tanaman bonsai dilaksanakan melalui pemangkasan dan pengetipan / pemetikan titik tumbuh. Pemangkasan dilakukan dengan cara memotong dahan atau ranting yang sedekat mungkin dengan kuntum yang nampak sehat tutup lukanya yang besar dengan paraffin. Setelah itu dilanjutkan dengan melilit dahan-dahan yang memanjang menggunakan kawat selama pertumbuhan baru, untuk membentuk penampilan bonsai selanjutnya, hasil yang cukup mengesankan baru dapat dicapai setelah beberapa tahun.

Demikianlah informasi cara membuat tanaman pohon bonsai, semoga tulisan panjang ini bermanfaat untuk anda.

Sumber tulisan: kaskus.co.id oleh chua84


Temukan artikel lainnya terkait "Cara Memilih, Membuat, dan Memelihara Pohon Bonsai" Pada kategori berikut ini:
           

No comments:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[Close X]==