Beginilah Cara Mudah Membuat SKCK Online. Lengkap Dengan Syarat, dan Biaya Pembuatan.

Anda memerlukan SKCK dan ingin tahu cara membuatnya secara online? Tepat sekali, karena membuat SKCK secara online lebih mudah, murah dan hemat waktu. SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian sendiri merupakan surat terbitan Kepolisian Republik Indonesia melalui Resort (Polres) setempat yang isinya adalah catatan seseorang yang terdapat dalam data kepolisian. Kegunaan SKCK adalah untuk berbagai urusan administrasi, mendaftar CPNS, melamar pekerjaan, kadang juga ada lembaga pendidikan yang menyertakan SKCK sebagai persyaratan dalam pendaftaran peserta didik baru.

Dulu SKCK disebut juga SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik). Perlu juga diketahui bahwa SKCK atau SKKB hanya berlaku untuk 6 bulan sejak tanggal diterbitkan. Tapi jika memang dibutuhkan, bisa juga SKCK diperpanjang.

Apakah mengurus atau mencari SKCK sulit dan rumit? Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang kok. Agar proses pembuatan SKCK Anda lancer, cepat dan tanpa hambatan, pahami dulu berbagai syarat dan ketentuan pembuatan SKCK. Ketahui juga biaya yang harus Anda persiapkan. Kali ini kumpulan cara akan membagikan informasi penting pembuatan SKCK. Namun karena ada dua cara dalam pembuatannya, kami akan bahas komplit baik pembuatan SKCK secara offline/manual maupun secara online. Keduanya tetap sama-sama memerlukan beberapa syarat dan ketentuan serta biaya yang harus Anda persiapkan.

Persyaratan dan Prosedur Pembuatan SKCK Baru Secara Offline dan Online


Pembuatan SKCK secara online memang menjadi pilihan paling praktis dan memangkas banyak waktu. Beda dengan pembuatan secara offline atau manual. Namun untuk membuat SKCK online pun, Anda harus memenuhi berbagai persyaratan yang juga dibutuhkan ketika membuat SKCK secara manual. Hanya bedanya, beberapa persyaratan dalam pendaftaran SKCK online cukup dengan scan saja. Nah, berikut ini persyaratan dan prosedurnya.

Surat Pengantar Mulai Kelurahan Sampai Kecamatan


Untuk mengurus SKCK, seperti halnya mengurus administrasi di tingkat kabupaten/kota atau kepolisian Anda harus membawa surat pengantar atau rekomendasi dari pihak pemerintahan mlai dari yang paling bawah.

1. Surat Pengantar Tingkat Kelurahan

Pertama Anda perlu untuk datang kepada ketua RT untuk mendapat pengantar ke RW. Selanjutnay dari RW, akan mendapat pengantar ke kelurahan. Nanti di kelurahan Anda meminta surat pengantar untuk ke kecamatan.

Dalam tingkat kelurahan mungkin ada beberapa biaya administrasi tertentu yang ditetapkan berdasarkan kebijakan pemerintah desa. Mungkin juga bisa gratis, tergantung kebijakan desa masing-masing. Biasanya biaya yang dikeluarkan untuk mengisi kas kelurahan atau tunjangan pejabat desa. Ingat ya, nggak semua daerah yang pejabat desanya digaji.

2. Surat Pengantar Tingkat Kecamatan

Ketika di kelurahan, setelah menyerahkan surat pengantar dari Rt dan RW Anda akan diminta mengisi formulir khusus yang tersedia kolom tanda tangan untuk camat. Itulah kolm yang nanti akan Anda mintakan tanda tangan di kantor kecamatan.

Setelah urusan di kelurahan tuntas, sekarang Anda tinggal ke kantor kecamatan dengan membawa serta KTP. Disana nanti serahkanlah formulir tadi beserta KTP pada petugas yang berwenang. Pada prinsipnya, kolom tanda tangan camat tidak harus ditanda tangani langsung oleh camat, tapi bisa juga oleh petugas yang berjaga. Namun jika peraturan di kecamatan mengharuskan untuk tanda tangan langsung oleh camat, maka Anda harus sabar hingga ketemu dengan camat saat di kantor.

Nah, sampai disini kita telah menyelesaikan persyaratan surat pengantar yang dibutuhkan untuk mengurus SKCK ke Polsek ataupun Polres. Perlu diketahui bahwa untuk pembuatan SKCK yang bertujuan untuk dokumen persyaratan melamar pekerjaan, kelengkapan administrasi PNS/CPNS, pembuatan visa atau keperluan lain yang bersifat antar-negara, hanya bisa dilakukan di Polres (tingkat Kabupaten/Kota), bukan di Polsek (tingkat Kecamatan). Jadi jangan salah kotak ya…

3. Beberapa Dokumen Untuk Persyaratan Mengurus SKCK di Kantor Polisi

Setelah memperoleh tanda tangan dari camat, sekarang persiapkan beberap dokumen yang harus dibawa untuk mengurus SKCK di Polres ataupun Polsek. Dokumen yang harus Anda bawa adalah:

  • Pas foto terbaru ukuran 4x6 background warna merah sebanyak 6 (enam) lembar. Mungkin beberapa daerah meminta lebih. Namun sesuai yang tertera di situs resmi Polri adalah 6 lembar. Tapi untuk jaga-jaga, bisa juga Anda bawa 10 lembar ataupun lebih.

  • Fotocopy kartu identitas bisa KTP atau SIM. Alamat dan data yang tertera harus sesuai dengan surat pengantarnya. Jadi sejak awal ketika mengisi formulir di kelurahan, data yang Anda masukkan haruslah sama dengan KTP atau SIM.

  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga)

  • Fotocopy Akta Kelahiran atau Kenal Lahir


Perlu diketahui, jika Anda mengurus SKCK di Polsek, biasanya untuk mendapatkan rumus sidik jari sebagai kelengkapan SKCK, Polsek akan merekomendasikan pembuatan sidik jari ke Polres dan Anda diminta menyerahkan lagi dokumen diatas. Nah, agar tidak capek seperti dilempar sana sini, persiapkan saja dokumen yang kami sebutkan diatas lebih banyak. Beda halnya jika hanya mengurus SKCK di Polres, maka pembuatan sidik jari jelas lebih cepat. Oh ya, untuk pembuatan sidik jari biasanya ada biaya administrasi minimal Rp5.000 atau sesuai kebijakan setempat.

4. Proses Pengurusan SKCK di Polsek atau Polres

Sudah yakin dokumen yang diperlukan lengkap dan banyak? Kalau sudah datanglah ke kantor Polsek ataupun Polres pada jam kerja. Yaitu Senin-Jumat pada jam 8.30 s/d 15.00. langsung datangi loket bagian SKCK untuk mendaftarkan atau menyetos berkas yang telah dipersiapkan tadi.  Setelah menyerahkan dokumen yang diperlukan, Anda akan dipersilakan mengisi formulir.

Setelah pengisian formulir dan proses sidik jari selesai, Anda tinggal menyerahkan berkas-berkas ke loket sekaligus membayar biaya sebesar Rp10.000. tinggall tunggu antrian dan mendapatkan SKCK.

Prosedur dan Cara Membuat SKCK Secara Online


Untuk meningkatkan layanan pada masyarakat, kini Polri telah membuka jalur pembuatan SKCK secara online. Ini tentu lebih mudah dan cepat karena tidak perlu mondar-mandir ke kantor kelurahan. Berdasarkan pantauan di situs resmi SKCK online, nampaknya pembuatan SKCK bisa langsung di website http://www.skck.polri.go.id/ atau di website perdaerah yang menyediakan layanan tersendiri.

Banyak daerah yang kini juga membuka layanan SKCK online. Jika membaca di website resmi Polri, tampaknya memang skck.polri.go.id bisa melayani seluruh Indonesia. Kami belum dapat info terbaru soal ini. Tapi ketika mencoba mengisi data di website tersebut, ternyata saat kami isikan data daerah luar Jabodetabek, fitus isian kolom menyediakan pilihan sesuai daerah yang kami pilih. Nah, bagaimana cara membuat SKCK secara mudah dengan via online? Berikut langkah-langkahnya.

Seperti yang telah dituturkan di awal tulisan ini, semua dokumen yang diperlukan adalah sama dengan membuat SKCK manual. Yaitu KTP/Tanda pengenal lainnya, kartu keluarga, Akte Kelahiran, foto dengan background warna merah ukuran 4x6, paspor bagi WNI yang akan keluar negeri atau untuk pembuatan VISA. Semua dokumen tersebut cukup diambil scannya untuk diunggah pada situs skck.polri.go.id nanti waktu mengisi kolom data.

 

Selain hal itu ada juga ketentuan pengambilan SKCK melalui registrasi online. Jika registrasi online dilakukan sebelum pukul 08.00 waktu setempat, maka SKCK dapat diambil di loket pelayanan sampai dengan pukul 14.00 di hari yang sama dengan menunjukkan ID/Kode Registrasi serta dokumen-dokumen yang telah disyaratkan.

Setelah semua scan dokumen siap, silakan akses http://www.skck.polri.go.id/registrasi. isikan data yang diminta pada langkah pertama.



Selanjutnya tekan Next. Isikan data yang diminta. Selanjutnya unggah scan dokumen yang telah dipersiapkan pada kolom-kolom yang ditentukan. Lalu tekan next.



Langkah selanjutnya sama. Dan terakhir simpan atau cetak nomor/kode registrasi yang diperoleh. Selanjutnya Anda tinggal datang ke Polres atau Polsek tempat yang Anda daftarkan. Karena Anda membuat SKCK baru dan belum mempunyai catatan di kepolisian, maka diharuskan untuk membuat rumus sidik jari. Syarat-syarat pembuatan sidik jari sama dengan yang telah disebutkan di bagian pembuatan SKCK secara manual/offline.

Ohya, pendaftaran SKCK via online harus segera Anda ambil SKCK-nya maksimal 3 hari sejak registrasi. Karena jika lebih dari 3 hari, maka data yang Anda masukkan akan otomatis terhapus. Jadi harus registrasi ulang lagi..

Soal biaya pembuatan SKCK online maupun offline, ternyata sangat murah dan terjangkau. Kecuali Ana terjebak pungli, itu lai lagi ceritanya. Umumnya biaya cetak SKCK sekitar Rp10.000 saja.

Nah, bagaimana? Mudah bukan cara mengurus dan membuat SKCK secara online? Dua versi jalur pembuatan telah kami uraikan baik online maupun offline. Semoga bisa membantu Anda mempersiapkan dokumen dan hal yang dibutuhkan.

No comments:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[Close X]==